I need YOU to find MY SELF

Mereka berbicara cinta

Ibnu Qayyim berkata : “Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri, membatasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka, batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.”

Kolumnis Musthafa Amin menggambarkan cinta, sebagaimana peristiwa yang dialaminya, :

Seorang pemuda yang beruntung meminta petunjuk kepadaku. Ia mempersoalkan tentang wanita yang bagaimana yang harus ia nikahi?

Saya menjawab : “Engkau perlu menikah dengan seorang wanita yang memiliki beberapa sifat. Perempuan yang engkau nikahi haruslah bagaikan tongkat yang dapat engkau pergunakan saat engkau mendaki gunung. Atau bagai payung yang dapat engkau pergunakan untuk melindungi kepalamu dari hujan dalam bahtera kehidupan.

Engkau memerlukan lampu yang dapat menerangimu saat berjalan dalam gelap, kompas yang dapat engkau jadikan pedoman arah dalam bingung. Ia adalah bak lemari yang selalu siap menyimpan rahasiamu, rem yang bisa mengendalikan perjalananmu hingga bersemangat membara dan kuat saat menghadapi serangan lawan, obat kepala saat engkau pening, suara yang merdu yang dapat meninabobokanmu agar matamu dapat terpejam ketika hendak tidur, sapu tangan untuk mengusap air matamu dan mengeringkan keringatmu saat engkau lelah, kompres yang dapat mendinginkan lukamu, penangkal suara yang dapat mencegah sampainya hiruk-pikuk ke telingamu. Ia adalah teman berunding dalam merundingkan persoalan yang engkau hadapi. Jika engkau mencari orang bijak untuk menyelesaikan masalahmu, engkau dapati ia berada dalam pelukanmu. Jika engkau membutuhkan teman, ia adalah sahabat setiamu. Dan jika engkau kehilangan ibu, engkau dapati pada istrimu kasih sayang yang meluap-luap seperti kasih sayang ibumu. Serta, ia rela berkorban dan berjuang bersamamu.

Lelaki biasa hanya membutuhkan perempuan yang biasa. Tapi, laki-laki yang beruntung, berarti ia laki-laki yang luar biasa sehingga memerlukan perempuan yang luar biasa pula. Ia sanggup memikul beban yang melebihi beban perempuan biasa, yang lebih sabar daripada Nabi Ayyub, yang tegar bak gunung, yang menjadi tiang sandaran laki-laki yang fakir hati dan akalnya.

Ia yang dapat mengembalikan harapanmu ketika engkau sedang berputus asa. Ia yang dapat membangkitkan semangat dan kemantapan harimu ketika engkau sedang bergolak. Ia yang dapat membuatmu tersenyum. Ia yang penyantun ketika engkau sedang terhimpit. Ia yang dapat mempergauli manusia dengan baik, padahal ia sedang berkuasa sebagai ratu dan menahan diri dari menumpahkan harta. Sewaktu reputasinya meningkat, ia semakin tawadhu. Sewaktu kedudukannya meningkat, diulurkan tangannya untuk menggapai orang-orang yang jatuh di atas tanah. Jika suaminya mempunyai kedudukan yang tinggi, ditariknya untuk bersikap merendahkan hati. Jika suaminya bangkrut, ia memperlakukannya seperti orang yang terkaya di muka bumi ini.”

Pemuda itu berkata : “Mustahil aku dapati istri seperti itu!”

Saya menjawab : “Setiap perempuan yang benar-benar mencintaimu dapat bersikap seperti istri ideal seperti apa yang kau inginkan, jika ia benar-benar mencintaimu!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: